TALENT DEVELOPMENT    

TALENT DEVELOPMENT

To Be Skillful and Creative to Glorify the Lord

Prestasi Siswa 2017 / 2018    

Prestasi Siswa 2017 / 2018

Melalui Talenta yang Tuhan berikan, mereka dengan sungguh-sungguh mengasah kemampuannya. Kemuliaan Tuhan yang ditinggikan.

Outing Class    

Outing Class

merupakan salah satu metode pembelajaran yang menarik dan interaktif, sehingga siswa dapat belajar secara langsung/praktik dengan memanfaatkan lingkungan di sekitar sekolah.

Religious Activity    

Religious Activity

Berdoa dan bersekutu bersama merupakan media untuk selalu dekat dengan Tuhan serta meningkatkan iman kristiani kita.

Gedung Sekolah    

Gedung Sekolah

Proses belajar mengajar dilaksanakan di dalam gedung yang nyaman, hijau, dan asri

Frontpage Slideshow | Copyright © 2006-2012 JoomlaWorks Ltd.

KELEMBUTAN

Sabtu, 5 Maret 2016, seperti biasanya  di SMP Kristen Petra 5 diadakan kegiatan Pendidikan Karakter  Kristiani (PKK). Kegiatan PKK kali ini bertemakan “Kelembutan”. Pada sesi pertama, disajikan video distribusi dari sentral dan kami juga diberi penjelasan mengenai kelembutan.

Melalui klip-klip yang diputar, salah satunya kami belajar melalui kisah Mother Teresa yang sungguh-sungguh mengabdikan hidupnya bagi kaum “papa”. Seumur hidupnya, beliau berkeliling India untuk menolong orang-orang yang sakit, lemah dan tidak berdaya. Kehidupan Mother Teresa dapat diambil hikmahnya bahwa mengasihi sesama adalah hal yang harus dilakukan dengan ketulusan dan penuh kelemahlembutan. Dalam “Kelembutan”, kami juga belajar untuk menjauhi tindakan “bully” yang kian marak di kalangan remaja. Wajib untuk kita menjahui kekerasan antar sesama.

Sesi kedua adalah kegiatan kelas, kami mengikuti dua sesi permainan. Pada permainan yang pertama, kami bermain “Soft Chair” yaitu permainan dimana salah satu siswa ditunjuk untuk duduk di sebuah kursi dan mendengarkan pendapat para siswa lainnya mengenai kelebihan atau kebaikan yang pernah dilakukan. Permainan kedua dilakukan secara berkelompok, yaitu memindahkan karet gelang dengan menggunakan sedotan. Makna dari kedua permainan tersebut yaitu kami harus belajar untuk bersikap lembut terhadap sesame dan tidak menyakiti mereka. Setelah permainan selesai, kami mengisi buku Mirror of Mine dan dilanjutkan dengan doa penutup.

image001.jpgimage003.jpgimage005.jpg

JADILAH PEMBAWA DAMAI

 27 Februari 2016, Pendidkan karakter SMP Kristen Petra 5 mempunyai sebuah tema yaitu Pembawa Damai. Kegiatan kreativitas PKK kali ini sangat spesial, karena ada kejutan yang telah disiapkan oleh para guru untuk siswa.

Pada sesi pertama, kami mengikuti persekutuan doa yang dipimpin oleh tim Persekutuan Doa dan kami juga mendengarkan firman Tuhan dari Ibu Pendeta tentang menjadi pembawa damai bagi sesama. Setelah itu, dilanjutkan dengan doa syafaat dan kami pun istirahat.

Sesi kedua, yaitu kegiatan kreativitas, kami diharuskan bersiap untuk sebuah kejutan. Perrtama, wali kelas mempersilahkan kami keluar dari kelas dan melepas alas kaki. Pada awalnya kami bingung dan menunggu giliran untuk masuk. Saat menunggu giliran masuk ke kelas, kami dipersilahkan untuk instropeksi diri mengenai kesalahan-kesalahan yang pernah kami perbuat di masa lampau. Satu per satu siswa dipersilahkan masuk dan ternyata wali kelas melakukan sesuatu yang membuat kami sangat terharu. Wali kelas membasuh kaki kami yang menandakan kerendahan hati seperti yang Tuhan Yesus lakukan pada murid-muridNya. Sebagian dari kami menangis dan terharu atas itu.

Masih dalam suasana teduh dan haru, kami menuliskan komitmen di kertas kecil berbentuk salib. Harapannya komitmen itu dapat kami pegang untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Kegiatan kreativitas PKK ini telah menyentuh kami semua, dimana kita harus menjadi terang dan garam dunia, pembawa damai serta merendahkan hati seperti pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib. Amin

image001.jpgimage003.jpgimage005.jpg

Let's Compete

Sabtu, 13 Desember 2015. Yapp, inilah hari untuk melaksanakan proyek PKK di semester ganjil ini. Bertemakan “Berkompetisi Dengan Sehat”, seluruh kelas tepatnya siswa-siswi di SMP Kristen Petra 5 turut melaksanakannya. Jauh-jauh hari sebelum hari H, setiap wali kelas sudah menginformasikan kepada para siswa tentang kegiatan yang satu ini. Setiap wali kelas menjelaskan berbagai hal yang perlu dipersiapkan untuk proyek PKK.

Sesuai waktu yang ditentukan tersebut, setiap kelas harus menampilkan karya seni dari barang bekas dan bahkan setiap kelas berlomba-lomba menampilkan hasil jerih payah dan kreatifitas mereka. Selain karya seni, setiap kelas juga mempersiapkan kartu yang digunakan sebagai kupon voting di hari H. Tak lepas dari hal ini, dibutuhkan juga klip singkat yang meliput tentang karya seni yang dibuat. Klip ini berupa gambar dari karya seni yang telah dibuat, bahan dan alat yang dibutuhkan untuk membuat, dan yang lebih terpenting yaitu tata cara pembuatannya.

Tepat pada tanggal 13 Desember 2015, sesi pertama digunakan untuk finishing dan sesi kedua menampilkan karya setiap kelas. Di sesi kedua ini seluruh kelas berlomba-lomba untuk mendapatkan kupon dalam jumlah yang banyak.

Melalui proyek PKK kali ini, ada hal yang dapat kita tarik maknanya. Salah satunya dalam berkompetisi, apapun keadaannya, kita tetap harus melakukannya dengan sehat. Meskipun di kanan kiri kita berkompetisi dengan tidak sehat, kita lakukan saja kompetisi ini dengan sehat semaksimal usaha diri kita sendiri. Misalnya saja saat ulangan, tentu setiap anak berlomba-lomba untuk mendapat nilai yang lebih baik dari temannya yang lain. Dalam mengerjakan ulangan ini harus kita lakukan dengan sejujur mungkin yaitu tidak menyontek. Ketika teman di sekitar kita banyak yang menyontek, kita tidak perlu mengikutinya. Kita harus mengerjakan ulangan tersebut semaksimal mungkin sesuai apa materi yang telah kita pelajari. Biarlah melalui kegiatan proyek PKK ini, para siswa bisa menanamkan karakter kejujuran dalam setiap berkompetisi.

image001.jpgimage002.jpgimage003.jpgimage004.jpgimage005.jpgimage006.jpgimage007.jpg

Bersikap Adil

Pada hari Sabtu tepatnya tanggal 8 Agustus 2015, kami melakukan kegiatan Pendidikan Karakter Kristiani dengan tema Fairness atau keadilan. Implementer menjelaskan kepada kami tentang apa arti keadilan beserta contohnya. Ternyata banyak masyarakat di Indonesia yang diperlakukan dengan tidak adil. Salah satu contoh adalah tuduhan mencuri sandal pada seorang anak dengan ancaman hukuman penjara selama lebih dari 2 tahun. Padahal warga yang melakukan tindakan korupsi hanya di beri hukuman kurungan penjara selama 1 tahun. Bukankah itu sangat tidak adil?

Setelah menjelaskan beberapa hal tentang keadilan, implementer mengajak kami untuk melihat film Cinderella. Film ini menceritakan tentang seorang gadis bernama Ella yang diperlakukan secara tidak adil oleh ibu dan kedua saudara tirinya. Ia disuruh melakukan semua pekerjaan rumah layaknya seorang pembantu di rumahnya sendiri. Bahkan, ia tidak boleh makan satu meja dengan ibu dan kedua saudara tirinya. Sampai suatu hari, ia bertemu dengan seorang pangeran saat dirinya sedang berkuda. Tak lama kemudian, pangeran mengadakan sebuah pesta dansa yang boleh dihadiri oleh semua gadis. Tapi sayangnya Cinderella tidak diperbolehkan oleh ibu tirinya untuk datang ke pesta dansa itu. Saat ia sedang menangis di taman, tiba-tiba muncul seorang nenek tua yang dapat berubah menjadi seorang ibu peri cantik dengan kekuatan tongkatnya. Ibu peri itu mengubah gaun Cinderella yang telah dirobek oleh ibu dan saudara tirinya menjadi sebuah gaun berwarna biru yang sangat indah. Ia menciptakan sebuah kereta kuda berwarna emas juga mengubah sepatu Cinderella menjadi sepasang sepatu kaca yang sangat pas di kaki Cinderella. Di pesta dansa itu, salah satu sepatunya tertinggal karena ia harus segera pulang sebelum pukul 12. Kemudian pangeran mencari siapa pemilik sepatu itu. Sampai akhirnya ia menemukan pemilik kaki yang sangat pas dengan sepatu itu. Siapa lagi kalau bukan Cinderella ? Dan pada akhirnya, mereka hidup bahagia.

Setelah selesai menonton film, kami bermain game yang sangat seru dan menarik. Setiap kelas dibagi menjadi 4 kelompok yang terdiri dari 2 kelompok laki-laki dan 2 kelompok perempuan. Ketua kelompok menuntun para anggota yang matanya sudah ditutup dengan kain untuk menggambar apa yang disuruh oleh implementer. Ada beberapa kecurangan yang dilakukan oleh grup laki-laki. Sehingga pemenang dari permainan itu adalah grup perempuan karena implementer memberi nilai dengan adil. Jika grup laki-laki tidak melakukan kecurangan, hasilnya pasti akan lebih baik.

Kesimpulan yang dapat diambil dari kegiatan PKK kali ini adalah “Keadilan bukan berarti semua orang mendapatkan hal yang sama, keadilan berarti semua orang mendapatkan apa yang mereka butuhkan”. Berhenti bersikap tidak adil terhadap sesama kita dan jangan pernah membeda-bedakan orang.

bersikap_adil1.jpgbersikap_adil2.jpgbersikap_adil3.jpgbersikap_adil4.jpg

Memutuskan Secara Bertanggung Jawab

Dalam Pendidikan Karakter Kristiani atau yang disebut PKK kali ini, yaitu pada hari Sabtu, 9 Mei 2015, Petra 5 membahas tentang bagaimana siswa memutuskan suatu keputusan atas berbagai pilihan yang sering membentang dalam pikiran siswa. Tentu sebagai siswa kita tidak akan terlepas dari segala pilihan yang ada. Karena kita tahu bahwa setiap pilihan kita pasti ada konsekuensinya. Misalkan bila kita diberi pilihan seperti ‘mencontek atau tidak?’ atau mungkin ‘berangkat sekolah atau membolos?’ pertanyaan ini mungkin sering ada dalam pikiran kita. Lalu bagaimana kita harus memilih. Apakah kita harus diam saja dan berprinsip ‘mengalir saja’ atau dengan tegas memilih keputusan yang ada.

Nah, dalam PKK kali ini kita diajarkan bagaimana mengambil keputusan secara bertanggung jawab. Guru wali kelas kami menjelaskan kepada kami bahwa dalam menjawab dan mengambil keputusan tentunya kita harus mendasarkanya dan turut sesuai dengan kehendak Tuhan. Mau ikut kehendak Tuhan berarti kita menjunjung tinggi kejujuran kita. Dan dalam memilih kita juga harus memilih sesuai dengan pilihan kita sendiri dan bukan menjiplak pilihan orang lain serta merupakan komitmen sendiri. Sehingga dari apa yang kita pilih, itu semua merupakan bentuk tanggung jawab kita dalam memilih.

Setelah guru implementer menjelaskan waktunya games dimulai! Games kali ini guru implementer mempersiapkan kertas undian dan kertas undian itu digulung dan diletakkan di sebuah kotak serta menyiapkan kartu warna biru yang tertulis sebuah kasus.

Dalam permainan ini siswa diajarkan agar dalam menghadapi segala tantangan dan berhadapan dengan berbagai pilihan, kita harus tetap memilih meskipun kita harus menerima konsekuensi yang ada. Dalam memilihpun kita tidak akan hanya mendapatkan konsekuensi yang baik. Tetapi juga ada yang buruk. Sehingga kita diperuntukkan untuk memutuskan dengan bertanggung jawab.

Dari banyaknya makna yang terkandung di dalam PKK kali ini, mari kita ambil hal-hal baik yang bisa kita jadikan pegangan agar kita dapat menjadi siswa-siswi yang bertanggung jawab. 

bertanggung_jawab1.jpgbertanggung_jawab2.jpgbertanggung_jawab3.jpgbertanggung_jawab4.jpg

boost the values reap the success