| |

Leadership Training at Kolat Koarmatim

Senin pukul 11.30 WIB, waktu dimana kami (seluruh calon ketua OSIS/ketua OSIS tingkat SMP se Surabaya) berkumpul untuk LDKS di Kolat Koarmatim. Pertama, kami harus berkumpul dulu di kantor Dinas Pendidikan Surabaya dan berangkat tepat pukul 13.00 WIB. Kami berangkat menggunakan bus AL. Setiba di tempat training, saya melihat lebih dari 800 anak berkumpul. Acara pertama, kami mengikuti upacara pembukaan dan kegiatan fisik. Kami saling berkenalan satu dengan yang lain antar kelompok/pleton. Sekitar pukul 17.00 WIB, kami beristirahat. Bagi kaum pria tidurnya di aula yang besar dengan alas karpet saja, sedangkan kaum perempuan tidur di dalam kamar. Namun demikian, hal tersebut sangat mengasyikkan. Ketika kami akan membersihkan diri, saya kaget karena hanya ada 11 kamar mandi pria dengan persedian air yang sangat minim. Sampai-sampai yang terlambat tidak kebagian air untuk mandi. Malam harinya, kami menikmati makan malam dan waktu yang diberikan hanya 5 menit. Di sana tidak dapat bermain-main karena kami harus mengikuti peraturan yang sangat ketat, apabila melanggarnya kami diharuskan menjalani hukuman push up. Pada pukul 18.00 WIB, kami mengikuti ceramah yang disampaikan oleh polisi militer hingga pukul 22.00 WIB dan kami pun kembali tidur untuk beristirahat.

Keesokan harinya, kami bangun pukul 04.00 WIB. Acaranya berolah raga dengan mengelilingi daerah kolat koarmatim. Setelah membersihkan diri, kami makan pagi dan apel pagi. Hal ini merupakan istilah seperti pendataan oleh setiap ketua pleton/kelompok . Selanjutnya kami mengikuti PBB selama setengah jam dan mengikuti ceramah Napza, HIV, karakter dan Manajemen Organisasi selama 3 jam lebih. Kami istirahat siang dan ada yang sebagian beribadah, kemudian dilanjutkan dengan outbond. Tetapi, outbond ini berhubungan dengan latihan fisik seperti memanjat tali, bergelantungan, merangkak, dan melompat. Walapun kami merasa penat dan lelah, namun sangat menyenangkan. Kemudian kami pun bersih diri dan beristirahat. Akhirnya tiba waktunya untuk kegiatan jerit malam. Kami di-briefing terlebih dahulu sebelum mengikuti jerit malam ini. Anak-anak indigo/memiliki kemampuan khusus dipisahkan dari kelompoknya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Di dekat kolat koarmatim terdapat kuburan bekas peperangan antara rakyat china. Banyak orang yang gugur dalam peperangan ini. Tiap pleton dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Setelah jerit malam kami pun tidur untuk beristirahat.

Hari Rabu merupakan hari santai karena kami semua akan berkunjung ke museum Angkatan Laut. Selesai olah raga, membersihkan diri, dan makan pagi, kami berangkat dengan bus yang sama waktu kami berngkat dari Diknas. Kami melihat sejarah, benda-benda AL dan menonton film singkat dari HUT AL tahun lalu di Surabaya. Setelah itu kami pergi ke Kapal Perang milik AL. “WOW, kapan lagi saya dapat ke sini lagi!!” itulah pikiran saya pada saat itu. Kami melihat kedalam dan di dalamnya bagaikan rumah bagi militer-militer tersebut. Mereka pernah pergi ke penjuru negara dengan menggunakan kapal itu. Setelah makan siang kami kembali ke base camp. Hingga pada malam hari, kami menikmati api unggun dan setiap pleton menampilkan yel-yelnya. Saat api unggun, terdapat acara pembacaan puisi. Setelah acara api unggun, kami pun tidur untuk perjalanan pulang besok.

Hari Kamis merupakan hari terakhir kami di kolat koarmatim. Kami berfoto bersama karena selama kegiatan berlangsung, kami saling bertukar akun sosial media agar hubungan kami tetap terjaga. Pukul 10.00 WIB, kami semua mengikuti upacara penutupan LDKS dan pulang ke sekolah masing-masing. Pengalaman baru ini membuat saya semakin giat untuk melatih jiwa kepemimpinan saya agar dapat berguna bagi bangsa Indonesia di masa yang akan datang. Tuhan Memberkati.

ldks-4.jpgldks-2.jpgldks-1.jpgldks-5.jpgldks-3.jpg

boost the values reap the success