| |

Rutinitas Baru dengan Gaya Belajar Baru

Hai semuanya, kenalkan namaku Zheos Monkales dari SMP Petra 5.

Sejak beberapa bulan belakangan ini, negara kita dihebohkan dengan menyebarnya wabah penyakit baru yang disebut virus corona. Berawal dari Wuhan, China, yang kemudian meluas hingga ke  berbagai penjuru dunia. Pada awalnya, aku juga nggak begitu antusias melihat penanganan penyakit ini di negara-negara lain. Tapi ketika melihat Indonesia sudah mulai tertular wabah COVID-19 membuatku lebih hati-hati dalam menjaga diri. Pemerintah tidak tinggal diam begitu saja, berbagai upaya untuk memutus mata rantai virus inipun digaung-gaungkan. Salah satunya ialah memberikan himbauan untuk semua siswa supaya bisa belajar dari rumah, seperti yang kualami saat ini.

lfh1

Yaaaa….School from Home dampaknya. Pada kesempatan kali ini aku mau cerita sedikit tentang pembelajaran online-ku selama pandemi Covid-19 ini. Hari pertama saat kelas online dimulai aku merasa senang, jelas dong karena aku nggak harus bangun pagi dan buru-buru pergi sekolah hehe... Hal ini kemudian menjadi rutinitas baruku setiap harinya. Teleconference bersama guru dan teman-teman, mengerjakan tugas-tugas online ku, adalah hal-hal baru buatku. Keahlianku di bidang teknologipun semakin bertambah hebat karena virus yang satu ini. Bagaimana tidak, keragaman tugas dan pembelajaran yang diberi membuatku berkenalan dengan banyak fitur-fitur baru yang asing buatku sebelumnya, mulai dari Zoom, Google Meet, Jitsi Meet, Google Form, Google Drive, sampai Schoology. Bahkan tidak hanya ituloh, akun sosial media, Instagram, juga digunakan untuk pembelajaran daring ini. Sungguh hal yang gak pernah kubayangkan sebelumnya.

lfh2

Sebuah rutinitas baru dengan gaya belajar baru. Asyik sih. Tapi lama-kelamaan kurindu rutinitasku yang lama. Rindu sekolah, rindu Bapak Ibu Guru, rindu teman-teman, dan rindu pada situasi normal sebelum virus ini datang. Yaa… untuk sementara aku hanya bisa berharap, berdoa, dan mematuhi anjuran pemerintah saja supaya bumi bisa lekas pulih dan semua bisa kembali seperti biasanya. Tetap jaga kesehatan ya teman-teman. Sampai bertemu di sekolah.

lfh3

Tuhan Yesus memberkati kita semua.

 

 Dari Orang Tua, Siswa Dan Guru Selama Pademik Virus Covid-19

Orang tua Siswa

Syalom,

ortu

Bersama kesempatan ini saya orang tua murid SMP Kristen Petra 5 Surabaya,menyampaikan testimoni tentang metode pembelajaran melalui  daring / online (aplikasi Zoom).

Menurut hikmah saya teknologi informasi itu  bagaikan pedang bermata dua .Jika kita berpikir positif maka  akan mendapatkan manfaat dan faedahnya. Jika kita berpikir negatif maka kita tidak akan mendapatkan manfaat tersebut, malahan kita akan mendapatkan rasa ketakutan, biarpun itu bisa terjadi.

Jika menyikapi pandemik yang terjadi di bangsa ini dan dunia saat ini , dimana tidak diperbolehkan berkumpulnya orang disuatu tempat yang menyebabkan mempermudah penularan virus tersebut (sosial distancing ). Akan tetapi proses belajar mengajar tidak boleh berhenti terlalu lama maka harus menggunakan metode daring /online ini .

Dan saya berpikir positif dan sangat setuju sekali anak didik dan guru dituntut lebih kreatif. Agar kedepan dalam persaingan global setelah pandemik ini selesai  anak didik kita sudah dapat bersaing dengan apa yang dikerjakan oleh bangsa bangsa lain

Dan jika kita berpikir Negatif maka akan banyak hal yang kita pikirkan :

  1. Tentang keamanan data yang nantinya bisa disalah gunakan oleh aplikator tersebut .
  2. Dengan adanya metode pembelajaran online kita harus mempersiapkan perangkat yang diperlukan anak didik kita termasuk : kuota internet yang cukup kencang agar dapat menghasilkan gambar dan suara yang cukup bagus dan jelas ( yang dimaksud tentang pembiayayaan yang harus dikeluarkan)

Apa yang saya paparkan diatas dan saya berharap agar pembelajaran metode online / daring ini tetap bisa dijalankan sampai pandemik / wabah virus tersebut reda, Dan pemerintah sudah mengijinkan proses belajar mengajar sudah dapat dilaksanakan disekolah sekolah.

Biarpun masih banyak kendala dan kekurangan walaupun menggunakan belajar mengajar via daring/online.

Demikian pendapat saya ,terimakasih  Tuhan Yesus Memberkati .

Johanes Eddyson

 

Siswa

Syalom

siswa

Perkenalkan  saya Abigail Aquino siswi dari kelas VII SMP Petra 5 Surabaya, diminta pendapat tentang metode pembelajaran melalui daring / online (Via aplikasi zoom) .

Sebelum saya menyimpulkan pendapat saya ,maka saya akan menyampaikan bahwa proses belajar mengajar yang  dalam kurun waktu 2 bulan ini  yang tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya dikarenakan adanya pandemi covid-19. kita Wajib mengambil hal positifnya dengan adanya media  Online / daring ini.

Sebab sampai  dengan  tulisan saya ini terbit ,peraturan pemerintah tetap mewajibkan  Peraturan atau Himbauan sosial distancing  [Pembatasan Berkumpul Berskala besar ] ,dimana sekolah masih belum diijinkan untuk berhimpun dan berkumpul .

Sebenarnya interaksi di aplikasi dan di sosial  atau Pembelajaran di kelas  yang sehari hari kita lakukan memang sangat beda . Karena interaksi di kelas menciptakan karakter  ( setia kawan , saling tolong menolong,  kerja sama, dll) tetapi  dgn intraksi di aplikasi sementara hanya maya  ,ada baiknya kita dituntut untuk lebih mandiri dan bertanggung jawab dan kejujuran.

Jadi proses belajar mengajar mau  Tidak mau sementara harus pakai media daring / online ini .Sebab pembelajaran tidak boleh berhenti.Jadi pada kesimpulan saya setuju agar siswa siswi petra tetap belajar dengan metode pembelajaran Melalui online /Daring .

Demikian pendapat saya .terima kasih Tuhan Yesus memberkati.

Abigail Aquino Kls.7.1

 

Guru

guru

Pelaksanaan belajar di rumah membuat saya sebagai guru SMP Kristen Petra 5 harus bepikir keras. Bagaimana caranya agar materi dapat tersampaikan dan siswa dapat belajar dengan nyaman.

Pembelajaran dengan daring bisa dilakukan, tetapi tidak bisa terus menerus. Mengingat daring memerlukan biaya. Kendala : banyak siswa yang tidak tertib dalam menyelesaikan tugas, tidak buka aplikasi schoology dan jaringan yang tidak stabil.

Pembelajaran saya lakukan dengan menggunakan aplikasi schoology. Untuk materi dikirim bentuk ppt dan siswa mengerjakan latihan dan tes nya secara on line. Saya juga memanfaatkan program TVRI sebagai tugas siswa. Tugas dari TVRI dikerjakan siswa di kertas ulangan , foto dan dikumpulkan esok hari ke guru via medsos. Untuk memberi semangat belajar, saya juga mengirim game matematika. Jadi tidak selalu materi pelajaran. Saya juga ikut daring model pembelajaran untuk guru. Dan tentu saja minta bantuan wali kelas dan orang tua. Semangat belajar....ciayoo. (Hans P5)

Contoh: game matematika

contoh

Bu Cici (Guru Matematika)

                                                                                                              

Semangat Online Learning Saat Pandemic Covid-19

Picture01

Semakin meluasnya penyebaran wabah Virus Corona Diseases 2019 (Covid-19) membuat pemerintah dan semua stake holder harus berfikir keras dalam menangani kasus ini. Sampai saat ini, Awalnya Pemerintah mengambil langkah refresif seperti pembatasan wilayah dengan hanya melakukan aturan pembatasan sosial atau Social Distancing, tetapi karena bertambah banyaknya jumlah masyarakat yang terpapar covid 19, Akhirnya dilakukan pembatasan secara ketat atau lockdown. Hal ini diatur dalam UU No. 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan yang kemudian dipertegas dengan PP No. 21 Tahun 2020 dan Permenkes 9 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Picture02

Presiden Joko Widodo dengan tegas mengimbau untuk belajar dari rumah. Hal inilah membuat dunia pendidikan kita menjadi berubah 180 derajat. Karena satu satunya solusi yang bisa ditawarkan dengan melakukan pembelajaran daring.

Picture03

Demikian juga di sekolah kami SMP Kristen Petra 5 Surabaya, Melakukan Pembelajaran daring ( online learning). Hal ini seperti memberikan shock therapy bagi guru dan siswa. Banyak Bapak / Ibu guru  yang belum pernah melakukan pembelajaran daring dan bagaimana melakukannya.Demikian pula dengan siswa masih belum familiar dengan pembelajaran daring.

Picture04

 Pembelajaran secara daring atau online learning merupakan pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan perangkat computer atau gadget yang saling berhubungan di mana guru dan siswa berkomunikasi secara interaktif dengan memanfaatkan media komunikasi dan informasi. Pembelajaran ini sangat bergantung dengan koneksi jaringan internet yang menghubungkan antar perangkat guru dan para siswa.Pembelajaran daring ini sangat membantu dunia pendidikan kita di saat pandemi ini. Banyak aplikasi yang bisa dimanfaatkan dalam pembelajaran daring seperti Whatsapp Group, Google Classroom, Edmodo, Quizzi, Zoom Cloud, Jitsi, dll.

Namun, sebenarnya banyak kendala maupun kelebihannya yang kami temukan di lapangan saat ini. kami telah meng-interview beberapa siswa dan orang tua siswa;

Kelebihan online learning ;  siswa bisa tetap dpt pelajaran dg bertatap muka dg guru n teman ( lbh ke arah efek sosialisasi mungkin ya), siswa belajar berbagai macam apps utk mengerjakan tugas, materi pembelajaran tetap dapat diajarkan (tdk ketinggalan), siswa tetap menjalankan kewajiban "bersekolah" (jadi tidak merasa keenakan libur terlalu lama), Komunikasi orangtua dengan wali kelas bisa lebih intens, jadi bisa lebih saling terbuka. Waktu lebih fleksibel, Tidak perlu bangun pagi² sekali,  Persiapan lebih sedikit. Baju bebas rapi. Tidak perlu bawa buku2 dll. Cukup menyiapkan HP/ laptop/ komputer,  Kemampuan tentang teknologi meningkat, kemandirian meningkat anak "dituntut" mengerjakan tugas dengan  terbatasnya bantuan dari guru. Kekurangannya ;  kadang jaringan inet putus sambung, suara tdk terlalu jelas/terputus putus,  penjelasan pelajaran kurang detil mungkin karena waktu habis untuk absen atau karena memang pake zoom max 40 mnt per tayang ya?, Seringkali karena dirumah, suasananya tidak seperti di sekolah, anak jadi kurang konsentrasinya terhadap yg diajarkan,  Tidak bisa maksimal mengerjakan tugas-tugas yang diberi karena banyak keterbatasan-keterbatasan yang harus terjadi karena pandemi ini. Seringkali info yg diberi pada orangtua karen abertumpang tindih dengan komen2 di grup membuat orgtua kurang bisa mengontrol secara detil tugas2 anak sehingga kadang ada yg terlewat, Gagal paham Apa yang disampaikan guru, belum tentu dipahami benar oleh siswa, Siswa kurang fokus karena saat kelas online mungkin ada gangguan dari saudaranya, atau malah buka aplikasi yg lain, Boros kuota, memori harus besar, baterai HP cepat lowbat”.

Dengan demikian guru dituntut untuk mampu merancang atau mendesain pembelajaran daring yang ringan dan efektif, dengan memanfaatkan perangkat atau media daring yang tepat dan sesuai dengan materi yang diajarkan.

Beberapa pendapat dari guru; “Walaupun dengan pembelajaran daring akan memberikan kesempatan lebih luas dalam mengeksplorasi materi yang akan diajarkan, namun kami harus mampu memilih dan membatasi sejauh mana cakupan materinya dan aplikasi apa yang cocok pada materi dan metode belajar yang digunakan, yaitu untuk mempermudah siswa mendapat pembelajaran atau pendidikan dalam situasi pandemi covid-19 ini, Bukannya malah membantu meringankan beban psikis, namun malah membuat siswa menjadi stress ditambah lagi dengan banyaknya penugasan yang diberikan guru, Hal yang paling sederhana dapat dilakukan oleh guru bisa dengan memanfaatkan WhatsApp Group.Aplikasi whatsApp cocok digunakan bagi pengajar daring pemula, karena pengoperasiannya sangat simple dan mudah diakses siswa, dan bagi kami (pengajar) online yang mempunyai semangat yang lebih, bisa meningkatkan kemampuannya dengan menggunakan berbagai aplikasi pembelajaran daring, Dengan memilih aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan kita dan siswa itu sendiri. Tidak semua aplikasi pembelajaran daring bisa dipakai begitu saja,namun harus dipertimbangkan dengan kebutuhan guru dan siswa, kesesuaian terhadap materi, keterbatasan infrastuktur perangkat seperti jaringan”.

Dengan demikian, keberhasilan dalam Proses pembelajaran daring pada situasi pandemic Covid - 19 ini adalah kemampuan guru dalam berkreasi merancang dan meramu materi, metode pembelajaran, dan aplikasi apa yang sesuai dengan materi dan metode, kemampuan siswa dalam menggunakan aplikasi internet dan kreatif dalam mengerjakan tugas, serta kemampuan orangtua yang mendukung siswa dalam pembelajaran.

Yang terpenting dari semua ini, kita (guru, siswa dan orangtua) harus tetap dan tanpa henti memotivasi diri untuk menukseskan pembelajaran daring. Semangat belajar......ciayoooo. (Hans P5)

Kegiatan Psikotes Kelas IX

SMP Kristen Petra 5 mengadakan kegiatan Psikotes untuk siswa kelas IX yang diadakan selama dua hari, yakni tanggal 20 dan 21 Januari 2016. Kegiatan ini bertujuan dalam membantu siswa memahami diri, mengenal kelebihan dan kemampuan dirinya (bakat dan minatnya). Pemahaman diri itulah yang akan membantu siswa untuk memilih program peminatan yang sesuai dengan bakat, minat, dan cita-citanya ke jenjang SMA.

Berbagai macam jenis dan kegiatan Psikotes yang dilakukan selama dua hari itu, yaitu tes kercedasan (IQ) untuk mengukur kemampuan siswa dalam berpikir dan bertindak secara terarah, tes bakat untuk mengukur kecakapan dan keterampilan khusus yang diperoleh dari hasil interaksi dari faktor keturunan dan faktor lingkungan, tes minat untuk mengukur kecenderungan dalam memperhatikan dan bertindak terhadap sesuatu yang diikuti oleh perasaan.

Kegiatan ini dapat dipakai siswa sebagai bahan pertimbangan untuk memilih peminatan jenjang SMA (IPA atau IPA). Hal tersebut dilakukan agar para siswa tidak salah memilih dan dapat menghasilkan nilai yang baik serta berprestasi saat SMA kelak. Peminatan karir yang dipilih dapat sesuai dengan pekerjaan yang akan dilakukan oleh siswa nantinya.

Siswa kelas IX mengikuti kegiatan psikotes ini dengan antusias dan penuh semangat. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi acuan untuk mencapai impian kami dalam karir ke depan. Amin.

 

image003.jpgimage001.jpgimage005.jpg

Short Live In

image001

Saling berbagi, menghargai, dan menyayangi, ialah ajaran yang wajib ditanamkan kepada setiap pribadi sejak usia dini. Tidak mengenal asal dan latar belakang, setiap manusia harus mampu melakukan ketiganya. Perbedaan agama tidaklah menjadi alasan atau penghambat bagi seseorang untuk menerapkan prinsip di atas. Bukan hanya melakukannya kepada orang-orang terdekat saja, melainkan kepada semua orang, termasuk orang yang tidak dikenal sekalipun.

image003

Teori di atas sering kami dengar, dan mempraktikkan adalah tugas kami. Secara bergantian, kami, siswa-siswi kelas IX SMP Kristen Petra 5, terlibat dalam kegiatan short live in. Kegiatan ini berlangsung di dua tempat yang berbeda, yaitu di Panti Wreda Surya dan Panti Asuhan Islam Nurul Hasanah, pada tanggal 23─26 Januari 2019.

boost the values reap the success