| |

 Dari Orang Tua, Siswa Dan Guru Selama Pademik Virus Covid-19

Orang tua Siswa

Syalom,

ortu

Bersama kesempatan ini saya orang tua murid SMP Kristen Petra 5 Surabaya,menyampaikan testimoni tentang metode pembelajaran melalui  daring / online (aplikasi Zoom).

Menurut hikmah saya teknologi informasi itu  bagaikan pedang bermata dua .Jika kita berpikir positif maka  akan mendapatkan manfaat dan faedahnya. Jika kita berpikir negatif maka kita tidak akan mendapatkan manfaat tersebut, malahan kita akan mendapatkan rasa ketakutan, biarpun itu bisa terjadi.

Jika menyikapi pandemik yang terjadi di bangsa ini dan dunia saat ini , dimana tidak diperbolehkan berkumpulnya orang disuatu tempat yang menyebabkan mempermudah penularan virus tersebut (sosial distancing ). Akan tetapi proses belajar mengajar tidak boleh berhenti terlalu lama maka harus menggunakan metode daring /online ini .

Dan saya berpikir positif dan sangat setuju sekali anak didik dan guru dituntut lebih kreatif. Agar kedepan dalam persaingan global setelah pandemik ini selesai  anak didik kita sudah dapat bersaing dengan apa yang dikerjakan oleh bangsa bangsa lain

Dan jika kita berpikir Negatif maka akan banyak hal yang kita pikirkan :

  1. Tentang keamanan data yang nantinya bisa disalah gunakan oleh aplikator tersebut .
  2. Dengan adanya metode pembelajaran online kita harus mempersiapkan perangkat yang diperlukan anak didik kita termasuk : kuota internet yang cukup kencang agar dapat menghasilkan gambar dan suara yang cukup bagus dan jelas ( yang dimaksud tentang pembiayayaan yang harus dikeluarkan)

Apa yang saya paparkan diatas dan saya berharap agar pembelajaran metode online / daring ini tetap bisa dijalankan sampai pandemik / wabah virus tersebut reda, Dan pemerintah sudah mengijinkan proses belajar mengajar sudah dapat dilaksanakan disekolah sekolah.

Biarpun masih banyak kendala dan kekurangan walaupun menggunakan belajar mengajar via daring/online.

Demikian pendapat saya ,terimakasih  Tuhan Yesus Memberkati .

Johanes Eddyson

 

Siswa

Syalom

siswa

Perkenalkan  saya Abigail Aquino siswi dari kelas VII SMP Petra 5 Surabaya, diminta pendapat tentang metode pembelajaran melalui daring / online (Via aplikasi zoom) .

Sebelum saya menyimpulkan pendapat saya ,maka saya akan menyampaikan bahwa proses belajar mengajar yang  dalam kurun waktu 2 bulan ini  yang tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya dikarenakan adanya pandemi covid-19. kita Wajib mengambil hal positifnya dengan adanya media  Online / daring ini.

Sebab sampai  dengan  tulisan saya ini terbit ,peraturan pemerintah tetap mewajibkan  Peraturan atau Himbauan sosial distancing  [Pembatasan Berkumpul Berskala besar ] ,dimana sekolah masih belum diijinkan untuk berhimpun dan berkumpul .

Sebenarnya interaksi di aplikasi dan di sosial  atau Pembelajaran di kelas  yang sehari hari kita lakukan memang sangat beda . Karena interaksi di kelas menciptakan karakter  ( setia kawan , saling tolong menolong,  kerja sama, dll) tetapi  dgn intraksi di aplikasi sementara hanya maya  ,ada baiknya kita dituntut untuk lebih mandiri dan bertanggung jawab dan kejujuran.

Jadi proses belajar mengajar mau  Tidak mau sementara harus pakai media daring / online ini .Sebab pembelajaran tidak boleh berhenti.Jadi pada kesimpulan saya setuju agar siswa siswi petra tetap belajar dengan metode pembelajaran Melalui online /Daring .

Demikian pendapat saya .terima kasih Tuhan Yesus memberkati.

Abigail Aquino Kls.7.1

 

Guru

guru

Pelaksanaan belajar di rumah membuat saya sebagai guru SMP Kristen Petra 5 harus bepikir keras. Bagaimana caranya agar materi dapat tersampaikan dan siswa dapat belajar dengan nyaman.

Pembelajaran dengan daring bisa dilakukan, tetapi tidak bisa terus menerus. Mengingat daring memerlukan biaya. Kendala : banyak siswa yang tidak tertib dalam menyelesaikan tugas, tidak buka aplikasi schoology dan jaringan yang tidak stabil.

Pembelajaran saya lakukan dengan menggunakan aplikasi schoology. Untuk materi dikirim bentuk ppt dan siswa mengerjakan latihan dan tes nya secara on line. Saya juga memanfaatkan program TVRI sebagai tugas siswa. Tugas dari TVRI dikerjakan siswa di kertas ulangan , foto dan dikumpulkan esok hari ke guru via medsos. Untuk memberi semangat belajar, saya juga mengirim game matematika. Jadi tidak selalu materi pelajaran. Saya juga ikut daring model pembelajaran untuk guru. Dan tentu saja minta bantuan wali kelas dan orang tua. Semangat belajar....ciayoo. (Hans P5)

Contoh: game matematika

contoh

Bu Cici (Guru Matematika)

                                                                                                              

boost the values reap the success