| |

Strategi Kreatif Belajar dari Rumah di Masa Pandemi

Jumat, 30 Juli 2021 Pemerintah Kota Surabaya mengadakan pelatihan pembimbing sebaya. Saya Monic Queen kelas 8.4 dan bersam kedua teman saya Marcia dan Chelsea dari SMP Kristen Petra 5 Surabaya mengikuti pelatihan strategi belajar dari rumah di Masa Pandemi. Pelatihan ini bertujuan untuk memotivasi para peserta agar lebih mampu berperan sebagai motivator serta educator untuk teman-teman sebayanya. Pelatihan secara daring ini menghadirkan 2 narasumber yaitu Ayunda Damai Fatmarani, Ibu Wiwin Hendriani (Ibu Ayunda Damai), serta Septiani Zaroh sebagai pembicara.

pic-01.jpgpic-04.jpgpic-03.jpgpic-02.jpg

Pelatihan ini membicarakan banyak hal tentang belajar di masa pandemi, salah satunya yaitu konsep merdeka belajar. Merdeka belajar dapat diartikan menjadi banyak makna, baik secara positif maupun negatif. Namun, berdasarkan pendapat Ibu Wiwin, merdeka belajar bukan berati kita sebagai siswa terbebas dari segala pembelajaran yang ada, namun merdeka belajar berarti merayakan kegembiraan, semangat akan belajar, menguasai materi materi akademik di sekolah serta meningkatkan skill dibidang non akademik. Kita juga harus tahu apa tujuan kita belajar agar dalam 10–20 tahun kedepan kita bisa mengira-ngira seseorang seperti apakah kita kedepannya.

Ayunda Damai Fatmarani adalah anak yang beprestasi di dalam bidang akademik maupun non akademik. Ia juga pintar didalam bidang musik maupun memasak, namun hal yang sangat Ia gemari sejak dulu adalah menjadi seorang Blogger. Blogger adalah orang yang membuat dan mengelola blog serta membagikan pandangan serta perspektif mereka kepada audience secara online baik untuk tujuan pribadi maupun bisnis. Bagi Ayunda, menjadi seorang Blogger tidaklah mudah, kita harus merangkai berbagai kata hingga menjadi sebuah artikel yang dapat menghibur serta dapat menginspirasi para pembaca. Ayunda telah menjadi Blogger sejak dirinya masih dibangku kelas 2 SD. Ia memulainya dari membuat blog yang sederhana hingga sekarang Ia mampu membuat artikel dengan bahasa yang lebih kompleks dan terkadang Ia juga menggunakan Bahasa Inggris pada blognya.

Mungkin banyak siswa yang bertanya-tanya, bagaimana caranya agar seorang siswa dapat fokus belajar terutama dalam pandemi ini. Siswa cenderung bosan dan lelah akan materi dan tugas-tugas yang diberikan guru terlalu banyak dan monoton. Sebenarnya, fokus akan pelajaran tidak terlalu sulit untuk diterapkan, kita hanya harus mengenali diri kita sendiri serta memiliki metode belajar yang tetap bagi kita, seperti menonton video pembelajaran, membaca buku, membaca artikel internet dan sebagainya. Hal itu diterapkan supaya materi yang diberikan oleh guru dapat terserap dengan lebih optimal.

Pada zaman sekarang ini, terutama di masa Pandemi Covid 19, banyak sekali remaja yang kencanduan akan game. Adiksi (kecanduan) akan game terjadi apabila seseorang tidak memiliki referensi lain untuk dilakukan selain bermain game. Akan tetapi kita dapat mengurangi atau justru dapat menghilangkan kencanduan kita akan game. Caranya dengan kita dapat melakukan hal selain bermain game yang sekiranya menyenangkan untuk diri kita. Kita juga dapat mengasah kemampuan yang dimiliki sehingga dapat berguna untuk kedepannya nanti.

Selain pembahasan mengenai cara untuk fokus belajar di masa pandemi ini, kita juga memainkan suatu kuis yang dapat memperkuat pemahaman kita mengenai kreatif belajar, serta kita juga memiliki sebutan “Petis” (Pelatihan Pembimbing Sebaya) yang berslogan “We Share, We Care”. Hal tersebut sangat menyenangkan sehingga peserta yang mengikuti pelatihan ini tidak merasa bosan maupun lelah.

Dengan mengikuti kegiatan ini, saya belajar bahwa ternyata, banyak sekali cara untuk kita agar materi dapat terserap dengan baik, serta saya sekarang dapat lebih memahami tentang time management sehingga waktu saya tidak akan terbuang karena kegiatan yang sia-sia/tidak berguna. (Monic kls. 8.4)

boost the values reap the success