| |

Tubuh Sehat Sambil Memberi Berkat 

Senam dan Jalan sehat kalo sendirian pasti sepi dan membosankan. Nah, kali ini SMP Kristen Petra 5 mengajak para siswa untuk menyehatkan tubuh, dengan mengikuti kegiatan jalan sehat dan senam aerobik bersama. Rute jalan sehat kali ini adalah mengelilingi kompleks perumahan Jemur Andayani. Perjalanannya memang jauh tapi sungguh tak terasa.

Setelah puas berkeliling, kami mengikuti kegiatan senam bersama. Senam kali ini sungguh sangat menarik karena lagu untuk senam ini begitu menyemangati kami. Dan gerakan senam kali ini begitu menarik dan menyenangkan. Walaupun melelahkan tetapi sungguh sangat menyenangkan.

Setelah berkeliling dan senam bersama pasti energi yang ada dalam tubuh sudah mulai habis. SMP Kristen Petra 5 juga mengadakan acara bazzar peduli kasih. Di sana ada banyak kelas yang menyajikan berbagai macam makanan dan minuman. Setelah puas kami kembali ke kelas masing-masing untuk berdoa.

Hari yang sungguh melelahkan, tetapi begitu bermanfaat bagi para siswa dan para guru. Dan kami bisa saling berbagi melalui bazzar peduli kasih.

gathering-2.jpggathering-1.jpg

Kami Anak Pramuka!!

Setelah masa UAS berakhir, di saat inilah kami mendapatkan jadwal khusus dari sekolah kami. Dan kali ini, sekolah kami mengadakan kegiatan pramuka di tiap kelas. Kami semua dididik untuk menjadi anak pramuka.

Pada hari Rabu tanggal 2 Desember 2015, para siswa/i kelas 8 SMP Kristen Petra 5 mengikuti acara Pramuka. Setiap kelas telah dibagi menjadi 2 kelompok putri dan 2 kelompok putra yang sudah ditentukan oleh wali kelas masing-masing. Kami diberikan beberapa ilmu tentang pramuka, selain itu kami juga mendapat ilmu mengenai sejarah pramuka itu sendiri.

Pertama, kami diajari cara baris-berbaris dengan baik. Ada berbagai bentuk baris-berbaris. Mulai dari belok kanan-kiri, serong kanan-kiri, hadap kanan-kiri, lencang kanan sampai setengah lencang kanan. Dibawah sinar matahari kami melaksanakan kegiatan pramuka. Meskipun panas matahari begitu menyengat, kami anak pramuka tidak patah semangat untuk melanjutkan kegiatan ini.

Setelah kami diajari cara baris-berbaris, kami juga diajari membuat simpul tali. Ternyata ada banyak sekali jenis-jenis simpul tali ada yang mudah dan ada yang sedikit rumit. Contohnya simpul jangkar, simpul mati, simpul hidup, simpul delapan, simpul kembar, dan masih banyak lagi.

Hari mulai siang, didalam kelas kami mengikuti kegiatan belajar morse dan games membaca morse. Kami ditontonkan tentang hurf-huruf morse dengan peluit. Setelah itu, kami diajak untuk membaca arti morse yang diberikan wali kelas dan kakak pioner. Sangat menyenangkan, juga tidak mudah untuk mengartikan morse.

Kegiatan pun berakhir, pada saat terakhir kami diminta untuk memberikan pendapat mengenai kegiatan pramuka ini. Setelah selesai kamipun mengisi buku saku dan berdoa pulang. ”Kami mengharapkan kegiatan pramuka ini bisa diadakan setiap tahun”.

pramuka1.jpgpramuka3.jpgpramuka4.jpgpramuka2.jpg

Leadership Training at Kolat Koarmatim

Senin pukul 11.30 WIB, waktu dimana kami (seluruh calon ketua OSIS/ketua OSIS tingkat SMP se Surabaya) berkumpul untuk LDKS di Kolat Koarmatim. Pertama, kami harus berkumpul dulu di kantor Dinas Pendidikan Surabaya dan berangkat tepat pukul 13.00 WIB. Kami berangkat menggunakan bus AL. Setiba di tempat training, saya melihat lebih dari 800 anak berkumpul. Acara pertama, kami mengikuti upacara pembukaan dan kegiatan fisik. Kami saling berkenalan satu dengan yang lain antar kelompok/pleton. Sekitar pukul 17.00 WIB, kami beristirahat. Bagi kaum pria tidurnya di aula yang besar dengan alas karpet saja, sedangkan kaum perempuan tidur di dalam kamar. Namun demikian, hal tersebut sangat mengasyikkan. Ketika kami akan membersihkan diri, saya kaget karena hanya ada 11 kamar mandi pria dengan persedian air yang sangat minim. Sampai-sampai yang terlambat tidak kebagian air untuk mandi. Malam harinya, kami menikmati makan malam dan waktu yang diberikan hanya 5 menit. Di sana tidak dapat bermain-main karena kami harus mengikuti peraturan yang sangat ketat, apabila melanggarnya kami diharuskan menjalani hukuman push up. Pada pukul 18.00 WIB, kami mengikuti ceramah yang disampaikan oleh polisi militer hingga pukul 22.00 WIB dan kami pun kembali tidur untuk beristirahat.

Keesokan harinya, kami bangun pukul 04.00 WIB. Acaranya berolah raga dengan mengelilingi daerah kolat koarmatim. Setelah membersihkan diri, kami makan pagi dan apel pagi. Hal ini merupakan istilah seperti pendataan oleh setiap ketua pleton/kelompok . Selanjutnya kami mengikuti PBB selama setengah jam dan mengikuti ceramah Napza, HIV, karakter dan Manajemen Organisasi selama 3 jam lebih. Kami istirahat siang dan ada yang sebagian beribadah, kemudian dilanjutkan dengan outbond. Tetapi, outbond ini berhubungan dengan latihan fisik seperti memanjat tali, bergelantungan, merangkak, dan melompat. Walapun kami merasa penat dan lelah, namun sangat menyenangkan. Kemudian kami pun bersih diri dan beristirahat. Akhirnya tiba waktunya untuk kegiatan jerit malam. Kami di-briefing terlebih dahulu sebelum mengikuti jerit malam ini. Anak-anak indigo/memiliki kemampuan khusus dipisahkan dari kelompoknya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Di dekat kolat koarmatim terdapat kuburan bekas peperangan antara rakyat china. Banyak orang yang gugur dalam peperangan ini. Tiap pleton dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Setelah jerit malam kami pun tidur untuk beristirahat.

Hari Rabu merupakan hari santai karena kami semua akan berkunjung ke museum Angkatan Laut. Selesai olah raga, membersihkan diri, dan makan pagi, kami berangkat dengan bus yang sama waktu kami berngkat dari Diknas. Kami melihat sejarah, benda-benda AL dan menonton film singkat dari HUT AL tahun lalu di Surabaya. Setelah itu kami pergi ke Kapal Perang milik AL. “WOW, kapan lagi saya dapat ke sini lagi!!” itulah pikiran saya pada saat itu. Kami melihat kedalam dan di dalamnya bagaikan rumah bagi militer-militer tersebut. Mereka pernah pergi ke penjuru negara dengan menggunakan kapal itu. Setelah makan siang kami kembali ke base camp. Hingga pada malam hari, kami menikmati api unggun dan setiap pleton menampilkan yel-yelnya. Saat api unggun, terdapat acara pembacaan puisi. Setelah acara api unggun, kami pun tidur untuk perjalanan pulang besok.

Hari Kamis merupakan hari terakhir kami di kolat koarmatim. Kami berfoto bersama karena selama kegiatan berlangsung, kami saling bertukar akun sosial media agar hubungan kami tetap terjaga. Pukul 10.00 WIB, kami semua mengikuti upacara penutupan LDKS dan pulang ke sekolah masing-masing. Pengalaman baru ini membuat saya semakin giat untuk melatih jiwa kepemimpinan saya agar dapat berguna bagi bangsa Indonesia di masa yang akan datang. Tuhan Memberkati.

ldks-4.jpgldks-2.jpgldks-1.jpgldks-5.jpgldks-3.jpg

Kami Berdiri, Kami Bersatu, Kami Cinta Indonesia!

Dalam peringatan hari ulang tahun kemerdekaan negara Indonesia yang ke-70, pada tanggal 17 Agustus 2015 siswa kelas VII, guru, dan karyawan SMP Kristen Petra 5 mengikuti upacara bendera. Kegiatan ini digabung dengan siswa-siswi serta guru/karyawan dari SMA Kristen Petra 5. Upacara berlangsung dengan khidmat, tertib dan lancar. Seluruh peserta dan petugas upacara berdiri dengan tegap dan penuh rasa percaya diri. Tentunya sebagai generasi bangsa, kita harus bangga karena negara kita sudah 70 tahun merdeka.

Pemimpin dan Pembina upacara juga melakukan tugasnya dengan sangat baik. Para siswa menyebutkan dasar negara kita yaitu pancasila dengan lancar. Saat Sang merah putih sudah siap untuk dikibarkan, seluruh siswa beserta para guru bersikap hormat pada bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan. Setelah itu, kepala SMA Kristen Petra 5 menyampaikan beberapa nasihat untuk kami semua. Beliau juga mengungkapkan bahwa kita sebagai warga negara Indonesia harus bangga pada negara ini serta perjuangan rakyat lalu. Meskipun banyak masalah yang datang, namun negara ini tidak pernah berhenti berkembang untuk menjadi negara yang lebih baik.

Kita sebagai penerus bangsa, harus bisa bersikap peduli, adil, dan bertanggung jawab supaya kelak negara kita bisa menjadi negara yang maju dan berkembang. Karena faktor utama yang mempengaruhi perkembangan suatu negara adalah penduduknya. Jangan pernah malu untuk mengungkapkan pendapat dan mengembangkan bakatmu, mungkin suatu hari nanti pendapat dan bakatmu itu bisa mengubah negara dan dunia. Kita harus bangga, tapi kita tidak boleh sombong. Kita harus bekerja keras, tapi jangan terpaksa. Kita harus bersyukur, tapi jangan terlalu cepat berpuas diri.

Upacara3.jpgUpacara4.jpgUpacara1.jpgUpacara2.jpg

70 Years and Still Counting

Hei sobat! Kalian pasti tahu kan, beberapa hari yang lalu kita baru saja merayakan HUT RI yang ke 70. Kali ini, kami ingin berbagi sedikit pengalaman tentang apa saja kegiatan yang dilakukan oleh siswa-siswi SMP Kristen Petra 5 untuk merayakan kemerdekaan Indonesia. Pada hari Sabtu tanggal 15 Agustus 2015, kami melakukan berbagai macam kegiatan untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Pagi hari sebagian siswa berbaris di tengah lapangan dengan membentuk angka 70 sebagai simbol usia negara Indonesia dan siswa lainnya berdiri mengelilingi lapangan. Seluruh siswa beserta bapak dan ibu guru memakai baju bernuansa merah dan putih sebagai simbol warna bendera. Kami melakukan ibadah sebagai ungkapan syukur kami untuk negeri tercinta Indonesia. Setelah kegiatan pembukaan tersebut selesai, kami langsung mengikuti berbagai macam lomba yang diadakan oleh sekolah. Ada lomba air dan spons, menghias tumpeng, rally of four (memindahkan kelereng, meletuskan balon, memasukkan paku dalam botol, nyunggih tempeh), estafet sarung, serta lomba desain grafis.

Lomba air dan spons dilaksanakan di halaman depan sekolah. Setiap anggota harus bisa bekerja sama dengan anggota kelompok yang lain untuk memindahkan spons yang basah ke belakang untuk diperas airnya kemudian dimasukan kedalam botol. Setelah diperas, spons dipindahkan secara bergilir ke anggota yang berada di posisi paling depan untuk dicelupkan ke dalam timba yang telah terisi air sehingga spons kembali basah, begitupun seterusnya.

Di lomba menghias tumpeng, peserta harus bisa menghias tumpeng sekreatif mungkin. Tentunya tidak boleh lepas dari tema kemerdekaan. Selain menggunakan tumpeng, ada beberapa kelompok yang menggunakan berbagai macam kue kemudian di hias dengan krim, buah-buahan, coklat, dan lain-lain. Setelah juri selesai memberi penilaian, setiap kelompok bisa membawa kue dan tumpeng yang sudah dihias ke kelas mereka masing-masing untuk di makan bersama dengan teman-teman mereka.

Kemudian ada lomba rally of four, permainan ini dibagi menjadi 4 tahap. Setiap jenjang kelas ditentukan satu pemenang. Lomba ini memang sering dilakukan saat perayaan hari kemerdekaan Indonesia dan Banyak sekali siswa yang tertarik untuk mengikuti lomba rally of four ini.

Estafet sarung adalah kegiatan memindahkan sarung secara bergilir dari satu orang ke orang yang lain. Setiap peserta harus bergandengan tangan dan kaitan tangan itu tidak boleh lepas sebelum sarung sampai ke peserta terakhir. Peserta harus bisa bekerja sama dengan baik karena kunci utama dari lomba ini adalah kekompakan dan kecepatan.

Yang terakhir yaitu lomba desain grafis, peserta lomba ini rata-rata adalah siswa yang mengikuti Excellent Life Skill (ELS) desain grafis. Mereka harus ahli dalam menggunakan teknologi dan juga aplikasinya. Jadi setiap peserta harus mendesain poster sebaik mungkin dengan tema kemerdekaan. Kreatifitas dan keahlian sangat dibutuhkan dalam lomba ini.

Itulah keseruan perayaan kemerdekaan RI yang dilaksanakan di sekolah kami. Biarlah semangat para pejuang bisa kami contoh melalui sportifitas dalam mengikuti perlombaan ini.

Lomba4.jpgLomba6.jpgLomba3.jpgLomba1.jpgLomba5.jpgLomba2.jpg

boost the values reap the success