| |

Hasil Ketekunan Dan Semangat Millennial

VALENT.jpgBAND3.jpgBAND.jpgBAND2.jpgMANDARIN.jpg
 

Dengan ketekunan dan semangat millennial yang positif, latihan dengan maksimal, totalitas dalam berkarya, itu semua sangat berpengaruh besar terhadap yang akan kita peroleh.

Hal ini sama dengan yang dilakukan teman-teman kami, siswa-siswi SMP Kristen Petra 5. Berlatih dan mempersiapkan diri dengan sungguh-sunguh mereka lakukan dengan harapan bisa memperoleh hasil terbaik dalam  setiap ajang  perlombaan yang mereka ikut. Baik di bidang akademik dan non akademik.

Eureka Demetria Alaiameida Wicandra berhasil meraih juara pertama  dalam solo vokal lagu rohani dan Yovena Adelia  berhasil meraih juara pertama  dalam  Lomba Poster di SMA Kristen Petra 1, dan  group band SMP Kr. Petra 5 yang beranggotakan  Kidung Agung Siswanto Supriadi, Phoebe Verensko, Samuel Bachtiar Simanullang, Liv Clementine De Kweldju, Chris Zephaniah Jeremiah, Eureka Demetria Alaiameida Wicandra, Suara emas dan kreativitas yang mereka miliki membawanya untuk memenangkan perlombaan ini.

Kemenangan Kami karena Penyertaan Tuhan

IMG 20190907 WA0003

Langit begitu gelap. Matahari belum menampakkan sinarnya. Suasana begitu sunyi. Aku terbangun, penuh ketakutan dan kekhawatiran. Hatiku belum siap, mengingat hari ini adalah saatnya. Aku dan saudaraku harus berjuang, berlomba membawa nama sekolah tercinta kami, SMP Kristen Petra 5. Perlahan aku beranjak keluar, sembari mengingat apa yang sudah kupersiapkan semalaman. Tak lupa kupastikan, agar saudaraku juga mengingat apa yang sudah dipelajari. Kami pun segera bersiap.

Aku duduk termenung sembari menyandarkan kepalaku di kaca mobil. Aku diam, bingung, khawatir, bagaimana jika kami gagal? Bagaimana jika hal ini tidak sesuai harapan? Bagaimana jika…." Kak, kita sudah sampai,” kata Eunika. Ia membuyarkan lamunanku. Kami pun segera beranjak keluar dari mobil. Akhirnya kami sampai di SMA negeri 2, Surabaya.

Setibanya di dalam, kami harus melakukan daftar ulang dan mendapatkan tanda peserta. Kami sangat senang bisa bertemu dengan teman-teman kami yang juga menjadi peserta lomba, baik biologi, IPU, matematika, maupun fisika. Sebenarnya masih banyak bidang lomba yang lain, seperti ekonomi, robotik, kimia, dan lainnya. Kami harus menunggu beberapa lama sebelum pembukaan dimulai.

Jantung kami terus berdebar kencang. Makanan ataupun minuman yang dijual dalam bazar tak kami hiraukan. Acara pembukaan berlangsung agak lama sebelum terlihat para kakak OSIS berjejer membawa sebuah papan bertuliskan mata pelajaran yang dilombakan. Begitu MC menyuruh kami berbaris sesuai bidang lomba, kami segera baris dan mengikuti kakak OSIS yang membawa papan bertuliskan biologi untuk masuk ke dalam ruang kelas.

Usaha yang tidak Sia-Sia

Jantung kami berdegup kencang. Kami semua menunggu, menunggu, dan menunggu di ruangan tersebut. Keramaian berubah menjadi keheningan. Hasilnya ...

padus

Di tengah libur panjang yang menyenangkan dan mengasyikkan, guru seni musik kami, Miss Dian, menyuruh kami untuk hadir ke sekolah. Ternyata Miss Dian memilih saya dan beberapa teman untuk mengikuti latihan untuk lomba paduan suara Dispora Tunas Petra Cup yang diselenggarakan atas kerja sama Dispora dan Tunas Petra.

Dengan semangat yang utuh, kami datang ke sekolah untuk berlatih. Oh ya, namaku Eunike Obidient. Saya adalah salah satu anggota paduan suara yang terpilih bersama dengan 29 teman yang lainnya. Lagu yang akan kami nyanyikan, yaitu Manuk Dadali dan Rayuan Pulau Kelapa. Untuk Manuk Dadali, kami akan menyanyikannya secara akapela, sementara Rayuan Pulau Kelapa akan kami nyanyikan dengan iringan piano yang dibawakan oleh teman kami, Stacy. Sedangkan guru kami akan menjadi konduktor atau dirijen.

padus2

Hari-hari pertama berjalan dengan baik, meskipun masih belum semua anggota bergabung dalam latihan. Bahkan 15 hari berlalu begitu cepat, semakin hari kami semakin mahir menyanyikan kedua lagu tersebut. Meski begitu, kami masih harus lebih meningkatkan kekompakan dan ketertiban kami. Ada banyak suka dan duka selama proses berlatih, mulai dari latihan menghafalkan nada yang sulit, hingga pemilihan busana. Namun, berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Intinya kami berhasil menguasai lagu tersebut.

padus3

Tak terasa 3 Agustus sudah datang. Kami semua sangat bersemangat sekaligus gugup melihat para peserta dari sekolah lain. Namun saya selalu mengingat kata-kata Miss Dian selalu meyakinkan kami untuk percaya diri,"Kita di sini untuk menang, bukan melihat kemenangan orang lain. Biar saja mereka bagus, kita lebih bagus dari mereka." Itulah kata-kata yang selalu memberi kami rasa percaya diri.

Satu Piala Lagi untukmu, Sekolah

        Terhitung sudah kedua kalinya kami mengikuti lomba di SMA Negeri 5 Surabaya. Sebelumnya kami memang pernah mengikuti S2LC, tepatnya pada tahun 2018 kemarin. Namun pada saat itu keberuntungan belum berpihak kepada kami. Tahun ini, SMA Negeri 5 Surabaya kembali mengadakan kompetisi untuk siswa-siswi SMP/sederajat atau yang biasa disebut dengan Smala Science and Linguistic Competition (S2LC). Ada lima mata pelajaran yang dilombakan, yaitu Mat-Fis, Biologi, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Ilmu Pengetahuan Umum (IPU).

        Perkenalkan, kami adalah Amelia dan Cheryl yang menjadi salah satu perwakilan tim dari SMP Kristen Petra 5. Kami ikut berpartisipasi dengan mendaftarkan diri dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Tidak sendiri, ada beberapa tim lain yang juga ikut mendaftar. Total terdapat 4 tim Bahasa Indonesia perwakilan dari SMP Kristen Petra 5.

        Hari yang ditunggu-tunggu pun akhirnya tiba, tepatnya tanggal 14 April 2019. Acara pun diawali dengan pembukaan yang sangat menarik. Tak terasa, waktu untuk menjalani babak penyisihan pun tiba. Tentu saja kami merasa gugup, namun juga antusias. Sebelum memulai mengerjakan, kami berdoa terlebih dahulu. Ketika soal dibagikan, seketika kami tidak bisa berkata-kata. "Wow, fantastic!" kata itulah yang terlintas di benak kami saat itu. Soal dibagi dalam 3 tingkatan yaitu mudah, sedang, dan sulit.

Tuhan + Usaha = Kemenanganku

Thailand International Mathematical Olympiad (TIMO) adalah kompetisi tahunan bidang Matematika yang diselenggarakan oleh Thailand Mathematics Society. Di TIMO, kita bisa mengetahui kelebihan dan kekurangan kita dalam berbagai materi Matematika, seperti logical thinking, arithmetic, algebra, number theory, geometry, dan combinatorics. Selain itu, para siswanya juga dapat berlatih materi-materi yang kurang dipahami.

Saya, Tamerha Juiletta dari SMP Kristen Petra 5, berkesempatan mengikuti TIMO pada tahun ini, dimulai dari babak penyisihan yang dilaksanakan pada tanggal 20 Oktober 2018. Babak penyisihan ini juga dilaksanakan bersamaan di kota-kota lain di Indonesia dengan jumlah peserta ribuan orang. Setelah jeda waktu sekitar satu bulan, akhirnya hasil seleksi TIMO Heat Round dirilis. Puji Tuhan... dari hasil babak itu, saya meraih medali silver dan berhak mengikuti babak final yang dilaksanakan di Phuket, Thailand, pada tanggal 5‒8 April 2019.

boost the values reap the success