| |

OLIMPIADE MATEMATIKA STKIP PGRI PASURUAN

Hai semua! Kami, Kensias Kristanto kelas VIII-3 dan Christopher Adrian kelas IX-1 akan berbagi pengalaman ketika mengikuti lomba matematika di STKIP PGRI Pasuruan. Lomba ini bersifat tim dan diadakan hanya 1 hari saja, yaitu pada tanggal 21 Februari 2016. Kami belum pernah mengikuti lomba ini sehingga kami tertarik untuk mengikuti lomba ini.

Pada hari lomba, kami berangkat pukul 05.30 WIB dan perjalanan dari kota Surabaya ke tempat lomba memerlukan waktu sekitar 1,5 jam. Tepat pukul 09.00 WIB, perlombaan pun dimulai. Lebih dari 100 tim bersaing memperebutkan 3 gelar juara. Kami pun mengerjakan soal babak penyisihan dengan semaksimal mungkin, dan tak lupa kami berdoa sebelum dan sesudah mengerjakan soal, karena kami tahu tanpa pertolongan Tuhan kami tidak akan bisa apa-apa. Setelah babak penyisihan selesai, pada pukul 12.00 WIB dibacakan para peserta yang masuk final. Puji Tuhan, kami masuk babak final dengan meraih peringkat pertama.

OLIMPIADE MATEMATIKA DI ITS

Januari lalu, SMP Kristen Petra 5 mengirim beberapa perwakilan siswa untuk mengikuti Olimpiade Matematika yang diadakan di Institut Teknologi Sepuluh November (OMITS). Lomba OMITS ini adalah lomba yang bergengsi karena rayon penyisihannya mencapai 33 rayon di seluruh Indonesia, oleh karena itu pesertanya mencapai 10.000 tim. Sebenarnya kami sudah pernah mengikuti lomba ini tahun lalu, namun tidak menang dan hanya masuk final. Oleh karena itu, kami berniat memenangkan lomba OMITS tahun ini.

Babak penyisihan dilaksanakan serentak di seluruh rayon lomba. Pada saat itu, rayon kami di kampus ITS sendiri. Alhasil kami lolos ke babak semifinal dengan nilai cukup baik. Babak semifinal dilaksanakan di tempat yang sama yaitu kampus ITS Sukolilo Surabaya. Sebelum berangkat, kami terlebih dahulu diberi motivasi dan didoakan di sekolah. Bersama 54 tim lain, kami bersaing untuk memperebutkan tiket ke babak final. Babak semifinal ini terdiri dari 2 babak, yaitu babak pengerjaan soal dan babak Tour De Archipelago, yaitu babak sejenis rally games. Meskipun babak kedua merupakan babak baru yang belum pernah dilaksanakan di OMITS tahun sebelumnya, namun kami berusaha untuk mengikuti babak ini dengan baik. Tidak terasa hari hampir menjelang malam, saatnya pengumuman peserta yang lolos ke babak final. Puji Tuhan, kami akhirnya bisa lolos final dan menduduki peringkat 4.

KOMPETISI MATEMATIKA UNIVERSITAS ADI BUANA

Kali ini saya, Kensias Kristanto, akan berbagi cerita tentang pengalaman mengikuti kompetisi matematika di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Awalnya, saya mengikutinya karena ada pemberitahuan dari sekolah. Saya merasa tertarik untuk mengikuti lomba ini, karena kali pertama lomba tersebut untuk seluruh jenjang sekolah yaitu SD, SMP, dan SMA. Saya mengikuti babak penyisihan lomba dengan semangat bersama beberapa teman satu sekolah. Alhasil, saya berhasil menduduki peringkat 3 pada babak pertama ini dan lolos ke babak semifinal.

Babak semifinal berada pada tempat yang sama juga dan puji Tuhan saya menduduki peringkat 1 lagi, namun pada saat pengumuman ada beberapa siswa yang protes karena merasa ada kesalahan dalam pemeriksaan. Akhirnya ternyata benar, ada beberapa kesalahan dalam kunci jawaban, sehingga pengumuman peserta yang lolos ke babak final juga diulang. Saya tentu merasa cemas juga, tetapi saya tetap menduduki peringkat 1 lagi dan lolos ke babak final.

Babak final terdiri dari dua babak, yaitu babak cerdas cermat dan babak presentasi. Saya dapat mengikuti kedua babak tersebut dengan semampu saya. Akhirnya saya berhasil mendapat juara harapan 2 dalam lomba ini. Ya meskipun hasilnya kurang memuaskan, tetapi saya tetap mengucap syukur kepada Tuhan dan tetap percaya kalau Tuhan akan memberikan yang terbaik bagi semua orang yang percaya kepada-Nya. Amin.

 

image001.jpg

WALLMAGZ ON THE SPOT PPPK PETRA

Dalam rangka memperingati HUT ke-65, PPPK Petra mengadakan beberapa lomba yang diikuti para siswa, guru, dan karyawan. Salah satunya lomba yang kami ikuti ialah lomba mading. Tim Mading SMP Kristen Petra 5 yang beranggotakan tiga siswa dari kelas VIII dan dua siswa dari kelas VII memperoleh pengalaman yang sangat menyenangkan dari lomba ini. Beberapa hari menjelang lomba, kami mempersiapkan bahan dan juga berlatih membuat mading secara utuh dengan tema ‘Steps to Heaven’ yang nantinya akan kami buat pada lomba tersebut.

Pada tanggal 22 Januari 2016, pagi-pagi kami telah berkumpul di SMP Kristen Petra 5 dan siap untuk berangkat menuju tempat perlombaan yaitu di Kantor Sekretariat Pendidikan di jalan HR Muhammad dengan guru pendamping kami, Ibu Nugraheni Kami berpamitan dengan guru-guru, staff dan kepala sekolah. Setelah itu, kami pun berangkat menuju tempat perlombaan.

Sesampainya di tempat perlombaan, kami menuju ruang aula dimana lomba mading diadakan. Sebelum kami memulai lomba, kami berdoa terlebih dahulu. Lalu perlombaan dimulai. Dalam waktu lima jam, kami harus menyelesaikan mading yang kami buat serta membersihkan tempat yang kami pakai untuk mengerjakan mading kami yang berjudul.

Prestasiku Untuk Indonesiaku

Perjalanan panjang untuk berkompetisi memiliki pengalaman yang sangat berarti bagi saya Kensias Kristanto kelas VIII-3 hingga menuju kancah dunia dalam International Teenagers Mathematics Olympiad (ITMO) 2015. Mulai tingkat kota, provinsi, nasional dan tiba saatnya saya melaju mewakili Indonesia tingkat internasional yang diadakan di Malaysia pada tanggal 10 – 15 Desember 2015. Pada Olimpiade Matematika ini diperlukan keuletan, kegigihan dan kemampuan yang prima untuk menyelesaikan soal-soalnya. Strategi yang baik harus terus dikeluarkan untuk menghadapi lawan-lawan yang tidak kalah tangguhnya. Usahaku yang maksimal dan persiapan yang matang tidak sia-sia, Puji Tuhan akhirnya saya berhasil meraih Medali Perak (Juara II).

Tiga kata kunci kesuksesan yang bisa saya ambil dari proses perlombaan ini adalah selalu berdoa, mengucap syukur dan berusaha dengan keras. Tiga hal itulah yang selalu menghantar saya dalam menuju kesuksesan. Saya yakin dengan berdoa dan berserah, Tuhan tidak akan pernah meninggalkan saya berjalan sendirian, namun harus dibarengi juga dengan kerja keras.

Akhirnya saya kembali ke Indonesia disambut dengan bangga oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dan pulang ke Surabaya pun diundang oleh Kepala Dinas Pendidikan kota Surabaya. Sungguh pengalaman ini tidak pernah saya lupakan dan senantiasa dapat menjadi berkat untuk semuanya. Amin.

kensias1.jpgkensias2.jpg

boost the values reap the success